Memulai itu Tidak Mudah

business race on a blue track

ingatkah ketika masih kecil dulu, ketika bisanya cuma terlentang, kita merasa sangat susah untuk tengkurap. setelah tengkurap beberapa waktu, bosan, ingin merangkak, tapi kita masih merasa susah untuk merangkak. setelah bisa merangkak, kita belajar berdiri. tapi sama saja, sangat susah untuk berdiri pertama kali. begitu pula seterusnya.

sebuah analogi yang saya buat tentang bagaimana diri ini mampu beradaptasi pada berbagai macam perubahan dan dinamika kehidupan. kawan2 boleh percaya boleh tidak. ketika kita masuk SD, di antara kita pasti berpikir “wah, kalau masuk SD, tambah sulit nih pelajarannya..”, atau “kalau naik kelas tiga, aku akan belajar perkalian, pasti akan lebih susah dari penjumlahan dan pengurangan..”, dan sebagainya. ya, menurut saya itu wajar. karena kita belum menjalaninya.

di akhir kelas tiga, mau naik kelas empat, kita berkata “oh.. perkalian ternyata gampang ya.. tinggal begini.. dan begitu..”. tapi, pernahkah kita menyadari prosesnya? tidak. ketika kita mulai menerima dan belajar perkalian, ternyata perlahan kita beradaptasi, perlahan otak kita mulai terlatih untuk bisa. yang awalnya terlihat menyeramkan, ternyata biasa saja.

tentang memulai sesuatu yang belum pernah kita lakukan? suatu contoh misalnya ingin mengangkat tema keprofesian yang belum pernah diangkat sebelumnya, mengganti sistem kaderisasi yang kurang efektif, dan lain-lain. saya katakan, selama itu baik (dunia dan akhirat) dan memiliki good impact for ourselves and others, it’s OKAY. act now!!!

“do the best you can do, then tawakkal..”

terlepas entah sesuatu yang kita mulai itu bertahan atau tidak, tumbuh atau tidak, kita tetap harus melakukan yang terbaik. karena bagaimanapun yang menjalankan prosesnya adalah kita, sedangkan Allah yang memegang hasilnya. mau mulai? mulai saja. sekali lagi, meski memulai itu tidak mudah (banyak ketidakpastian dan -kadang-pesimisme), tapi yakinlah, selama yang kita mulai itu baik, insya Allah hasil yang kita dapatkan akan baik pula.

saya selalu ingat hadits ini :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

pada hadits yang lain

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

hayuk mulai! jika suatu ide, gagasan, rumusan, dan tindakan kecil tidak segera dimulai, kapan kita mau belajar? sekecil apapun, hal2 baik harus dimulai dan berkembang! untuk IAPB yang lebih baik. (hbb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s