Wisuda, Ancaman atau Tantangan?

wisuda... :)

wisuda…ūüôā

Wisuda… merupakan hal yang paling ditunggu ketika kita mengenyam pendidikan tinggi. Siapa pun menginginkan tampil dalam acara wisuda yang disaksikan seluruh orang tua mahasiswa/i. Ada kebanggaan sendiri bagi kita seroang wisudawan/wati ketika nama kita dipanggil untuk berjalan menuju rektor sebagai tanda penyematan wisuda. Wisuda bagi sebagian mahasiswa menjadi penting namun menjadi tidak penting jika melihat masih banyak mahasiswa yang belum jelas akan ke mana setelah wisuda ini berakhir. Banyak diantara mereka yang was-was akan mendapat pekerjaan atau tidak setelah lulus nanti.

Tak pelak wisuda menjadi ancaman bukan lagi menjadi tantangan. Kesiapan diri menjadi mutlak ketika menginjak di semester-semester akhir masa kuliah kita. Sedikit demi sedikit kita dihadapkan pada satu pilihan mau melanjutkan kuliah yang pada akhirnya akan membuka kesempatan lebih besar menjadi dosen ataukah mencari pekerjaan (bukan menciptakan pekerjaan).

Di zaman sekarang ini bukanlah hal mudah untuk mendapatkan pekerjaan, kita tak hanya harus mempersiapkan diri selama proses seleksi namun terkadang kita juga terganjal dengan adanya sebagian orang yang bersaing mendapatkan pekerjaan dengan menggunakan uang. Hal inilah yang menjadi keprihatinan kita saat ini. Bayangkan saja ribuan orang berbondong-bondong dengan susah payah mendapatkan pekerjaan namun ada orang yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan hanya bermodalkan uang besar. Memang tidak semua perusahaan di indonesia seperti itu, namun kita lihat saja kenyataannya. Tak sedikit juga perusahaan yang menerapkan konsep seperti itu.

Lain halnya masalah uang, ada pula perusahaan yang masih menerapkan sistem kekeluargaan/kekerabatan dalam setiap proses seleksinya. Ada oknum perusahaan yang bekerja sama dengan pihak perekrut tenaga kerja untuk meloloskan kerabat dekatnya dalam proses seleksi. Terus apalah arti sebuah seleksi jika kita dikalahkan oleh orang-orang yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dengan adanya kegiatan ini. Ya,,,,, pada akhirnya kita dikalahkan dengan¬† orang-orang yang tidak mengerti arti ‚Äúpersaingan sejati‚ÄĚ.

Banyak hal yang menjadi perhatian di saat sebagian proses seleksi perusahaan diwarnai hal seperti itu. Tak adanya lagi kepercayaan pencari kerja terhadap proses seleksi yang diadakan hingga timbulnya rasa yakin bahwa apapun usahanya halal atau tidak bukanlah menjadi kendala. Semua menjadi ironi dibalik carut marut negeri ini.

Menjadi mahasiswa itu tidaklah mudah namun juga tidak sulit. Begitupula menjadi orang sukses, setelah wisuda dan kuliah kita harus mendapatkan pekerjaan untuk kehidupan kita masa depan ataukah menciptakan pekerjaan yang bermafaat bagi semua orang. Sukses tidaknya kita dimasa depan tergantung pada apa yang biasa kita lihat, baca, lakukan disaat kita mengenyam bangku kuliah. Apa yang kita baca menjadikan diri kira menjadi lebih mampu berfikir dengan banyak perspektif berbeda. Apa yang kita lihat akan menggiring alam bawah sadar kita untuk melihat mana yang baik dan mana yang kurang baik sehingga kita bisa memilih anatara keduanya. Apa yang kita lakukan memberikan¬† dorongan kuat untuk terus bersumbangsih bagi negeri ini sekecil apapun. Ya… kini semua tergantung dari kita. Pilhannya hanya ada 3 yaitu menciptakan pekerjaan dengan resiko jauh lebih besar, mencari pekerjaan dengan resiko tidak sesuainya pekerjaan yang kita inginkan dan terakhir membiarkan diri ini dikuasai oleh sifat malas tanpa ada tindakan nyata untuk melakukan perubahan. Semua pilihan itu hanya 3 dari sekian banyak alasan mengapa kita harus mempersiapkan diri secara matang jauh-jauh hari sebelum kita memasuki gerbang kehidupan selanjutnya. Wisuda atau tidak yang penting kita semua sadar akan peran kita masing-masing dan menjadikan setiap peran kita menjadi lebih bernilai.

          Tak ada satupun dari kita percaya bahawa sebenernya kita memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita hanyalah memberikan peluang bagi potensi itu untuk lebih berkembang dan muncul dalam diri kita. Temukan potensimu dan raih impianmu. Jika saya Yudha Dwi Laksono bisa, andapun juga PASTI BISA!!!


Penulis: Yudha Dwi Laksono, STT PLN, Teknik Elektro ’10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s